Tantangan Sekaligus Tips Menjadi Seorang Jurnalis

Moderator bersama tiga pembicara dari IDN Media yang sedang mengisi acara studi ekskursi mahasiswa PNJ (Foto Pribadi: Ilham Syakur Fidina)

 

JAKARTA – Kunjungan industri yang dilakukan oleh mahasiswa atau biasa disebut “studek” merupakan pembelajaran lapangan mahasiswa ke instansi atau perusahaan.


    Kali ini, mahasiswa dari Program Studi Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta, khususnya untuk semester 5 mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kunjungan industri atau studek ke suatu media yang ada di Indonesia pada hari Selasa (12/10). Media yang dikunjungi adalah IDN Media yang terletak di Gatot Subroto, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.


    Acara tersebut dimulai oleh sang moderator, Yola sebagai Communicating di IDN Media dan diisi oleh 3 pemateri yaitu Niken Ari sebagai Senior Creative Writer di Popbela.com, Ayu Utami sebagai Editor Karier dan Lifestyle di Popbela.com, dan Denisa sebagai Community Editor di Popmama.com.

    

    Pemaparan materi yang dijelaskan mereka bertiga merupakan tantangan seorang jurnalis sekaligus beberapa tips menjadi jurnalis yang baik.


    Sebelum melakukan pemaparan, para mahasiswa diperlihatkan terlebih dahulu mengenai unit usaha yang dipegang oleh IDN Media. Ada IDN MEDIA (Ecosystem, Technology, Brand) dibagi menjadi 3 yaitu Digital Media, Live Streaming, Commercial, INTELECTUAL PROPERTY (Copyrights, Patents, Trademarks, Trade Secret) dibagi meniadi 2 yaitu Digital Media dan Entertainment, IDN CONNECT (Data dan Artificial Intelligence) dibagi menjadi 2 yaitu Commercial dan Others, AIDN ads (A one-stop advertising platform) dibagi menjadi 3 yaitu Entertainment, Creators Economy, dan Others.


    Kemudian berlanjut pada materi pertama yaitu tantangan. Zaman dulu, jurnalis bisa punya nama sendiri dan saat zaman sekarang yaitu online itu tidak bisa. Inilah yang membuat idealisme seorang jurnalis terkikis. 


    Lalu, ketika di lapangan, semua jurnalis itu sama dan yang membedakannya hanyalah angle tulisannya. Itulah mengapa angle tulisan jurnalis harus berbeda dengan tulisan jurnalis lainnya. Dan terakhir, jurnalis lama harus beradaptasi dengan zaman sekarang yang serba online. Contohnya seperti membuat berita dengan bentuk reels Instagram atau konten TikTok.


    Dilanjut dengan beberapa tips yang diberikan, mulai dari cara menjaga kualitas berita, kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang jurnalis, bagaimana melakukan wawancara yang benar, copyright, serta tatat cara menulis berita yang benar.


    Mulai dari cara menjaga kualitas berita adalah fact checking dan aktual. Fact checking sendiri merupakan aktivitas yang dilakukan oleh jurnalis untuk melawan hoaks. Hal ini bertujuan agar artikel atau berita yang dimuat di IDN Media tetap mengandung fakta. Juga di IDN Media tetap memuat artikel atau berita yang aktual sehingga isi medianya masih mengangkat kejadian yang hangat.


    Lalu untuk kemampuan dasar seorang jurnalis yaitu memiliki wawasan luas dan mental yang kuat serta tidak malu untuk bertanya. Wawasan luas bisa dari banyak membaca kemudian memahaminya. Dari situ, seseorang jadi mempunyai banyak pemahaman dalam kosa kata. Dalam penulisan pun kosa katanya beragam.


    Untuk mental sendiri jika belum terbentuk dapat membuat seorang jurnalis terbawa dalam situasi. Sedangkan, jurnalis harus memiliki mental yang kuat agar bisa mendapatkan hasil yang profesional. Di sisi lain, jurnalis bisa mencairkan suasana jika berhasil mengendalikan mentalnya. 


    Jikalau jurnalis malu untuk bertanya, bagaimana bisa mendapatkan informasi. Maka dari itu, jurnalis patut mengesampingkan rasa malunya tersebut. Karena bertanya adalah bagian penting dalam menjadi jurnalis, mengumpulkan informasi dan memastikan atau mengecek ulang keaslian informasi.


    Masih bersangkutan dengan bertanya, jurnalis harus tahu betul bagaimana wawancara yang benar. Mereka memberikan tips bahwa si jurnalis perlu untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu ke narasumbernya. Tujuannya agar jurnalis mampu menjalin komunikasi yang baik dengan narasumber.


    Jurnalis juga wajib meriset narasumbernya untuk memastikan si narasumber tersebut relevan dengan isu yang dibahas. Penting untuk mencari sumber yang dapat dipercaya dan kompeten di bidangnya untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan akurat dan informatif.


    Dan terakhir jurnalis harus menjabarkan pertanyaan yang akan diajukan. Hal ini guna untuk memancing materi yang bakal dibahas oleh narasumber. Barulah jurnalis bertanya dengan pertanyaan yang telah dibuat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama