Kesehatan jiwa raga sangatlah penting dalam kehidupan agar mencapai hidup yang sehat, tenang, dan bahagia. Dalam kesehatan jiwa merujuk pada kondisi mental dan emosional seseorang yang perlu dijaga ketangguhan dan kestabilannya. Dan kesehatan raga merujuk pada aktivitas fisik yang teratur seperti berolahraga, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh teratur dan tidak mudah sakit.
Namun, kesehatan jiwa raga ternyata masih sering diabaikan oleh banyak orang termasuk mahasiswa. Aku salah satunya, menjadi mahasiswa selama kurang lebih dua tahun dan telah melalui banyak hal. Depok, salah satu daerah di Indonesia di mana kampusku berada. Sekarang aku tinggal di sebuah asrama dekat kampus.
Kini aku sudah menjadi mahasiswa semester 4 di jurusan Jurnalistik. Awal masuk kampus kukira perjuangan untuk naik tingkat mudah seperti di sekolah, nyatanya sulit. Tugas makalah, presentasi, review jurnal, ujian, hingga tugas proyek telah kujalani. Setiap mata kuliah juga memiliki ketentuan tersendiri dalam pengerjaan tugasnya.
Sebelum mengerjakan tugas, aku belajar terlebih dahulu lewat materi yang diberikan dosen kepadaku. Tujuannya agar aku memahami dan dapat kutuangkan ke dalam tugas. Tugas-tugas yang diberikan oleh dosen juga memberikan manfaat dan menjadi sebuah skill tersendiri untukku. Tapi terkadang aku merasa kesulitan hingga akhirnya dibantu oleh temanku.
Seiring berjalannya semester, kesulitan semakin meningkat dan tugas kian bertambah seakan-akan kata pepatah “Mati satu tumbuh seribu.” Aku pun terpaksa mengorbankan waktu tidurku, mau itu begadang ataupun tak tidur sama sekali. Pola makanku juga berantakan karena hanya terfokus pada tugas. Cukup melihat tugas aku sudah kenyang.
Saat semester 1 dan 2, aku masih menjalankan olahraga di waktu sore atau hari libur. Tetapi mulai semester 3 dan seterusnya, aku jarang menjalankan kegiatan tersebut. Di waktu sore telah dihabiskan untuk kuliah atau kerja kelompok, sedangkan di hari libur mengerjakan tugas untuk hari esok.
Mulai saat itu aku sering mengabaikan kesehatan jiwa raga dan akibatnya aku mudah terserang penyakit. Karena jarang melakukan olahraga, tubuhku merasa kurang bertenaga dan bergairah. Demam, ISPA, maag, dan sakit kepala migrain kurasakan akhir-akhir ini.
Belum lagi merasa stres karena banyaknya tugas yang diberikan. Dari stres, wajahku mulai tumbuh banyak jerawat, rambut mulai rontok, dan munculnya uban. Emosiku juga suka berubah-ubah, tidak stabil, seperti anak muda yang labil. Daya konsentrasi, fokus, dan produktivitasku juga menurun sehingga dalam mengerjakan sesuatu terkadang tidak maksimal.
Demikian itu semua dapat mengganggu kesehatan mental. Aku sendiri sudah mengalaminya, seperti gangguan kecemasan dan gangguan makan. Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah mental yang sangat menggangguku karena setiap beraktivitas, ada saja pikiran yang seharusnya tidak perlu dipikirkan.
Semua itu agar tugas yang diberikan bisa selesai tepat pada waktunya walaupun caranya salah. Berbanding terbalik saat dulu masih sekolah, aku masih bisa menjaga kesehatan. Aku mulai menyadari bahwa pola hidupku yang sekarang tidaklah sehat. Mengapa demikian? Walaupun tugasnya bisa cepat selesai, tapi aku bisa membahayakan kesehatan sendiri. Belum lagi kinerja dalam akademik tidak optimal.
Maka dari itu, aku belajar bahwa menjaga kesehatan jiwa raga merupakan aset berharga seorang mahasiswa. Jika sedang mengerjakan tugas, prioritaskan juga kesehatan. Dampak yang diberikan ialah bisa optimal dalam mengerjakan sesuatu termasuk tugas kuliah. Dan di semester depan, aku memutuskan untuk belajar menghargai dan menjaga kesehatan jiwa ragaku sendiri. Menuju hidup sehat, tenang, dan bahagia.
